informasi seputar Kesehatan Masyarakat

Infeksi Oportunistik – Penyakit terkait HIV

Januari 13, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Dalam tubuh, kita membawa banyak kuman—bakteri, protozoa (binatang bersel satu), jamur dan virus. Sistem kekebalan yang normal akan menekan peerkembangannya sehingga tidak merugikan tubuh. Tetapi bila sistem kekebalan dilemahkan oleh HIV maka kuman, bakteri dll akan berkembang dan menyebabkan masalah kesehatan.
Infeksi yang mengambil manfaat dari melemahnya sistem kekebalan disebut “oportunistik”. Kata “infeksi oportunistik” sering kali disingkat menjadi “IO”.

Tes untuk IO
Kita dapat terinfeksi IO, dan “dites positif” untuk IO tersebut, walaupun kita tidak mengalami suatu penyakit. Misalnya, hampir setiap orang dengan HIV jika dites untuk virus sitomegalia (cytomegalovirus atau CMV) ternyata positif. Tetapi untuk penyakit CMV sangat jarang berkembang kecuali jumlah CD4 turun di bawah 50, yang merupakan tanda kerusakan parah terhadap sistem kekebalan.
Untuk menentukan apakah kita terinfeksi IO, darah kita dapat dites untuk antigen (potongan kuman yang menyebabkan IO) atau untuk antibodi (protein yang dibuat oleh sistem kekebalan untuk memerangi antigen). Ditemukan antigen berarti kita terinfeksi. Ditemukan antibodi berarti kita pernah terpajan pada infeksi. Kita mungkin diberikan imunisasi atau vaksinasi terhadap infeksi tersebut, atau sistem kekebalan mungkin “memberantas” infeksi dari tubuh kita, atau pun kita mungkin terinfeksi. Jika kita terinfeksi kuman yang menyebabkan IO, dan jika jumlah CD4 kita cukup rendah sehingga memungkinkan IO berkembang, dokter kita akan mencari tanda penyakit aktif. Tanda ini tergantung pada IO

IO dan AIDS
Orang yang tidak terinfeksi HIV dapat mengembangkan IO jika sistem kekebalannya jadi rusak. Misalnya, banyak obat yang dipakai untuk mengobati kanker menekan sistem kekebalan. Beberapa orang yang menjalani pengobatan kanker dapat mengembangkan IO.
HIV memperlemah sistem kekebalan, sehingga IO dapat berkembang. Jika kita terinfeksi HIV dan mengalami IO, kita mungkin AIDS.
Di Indonesia, Depkes bertanggung jawab untuk memutuskan siapa yang AIDS. Depkes mengembangkan pedoman untuk menentukan IO yang mana untuk mendefinisikan AIDS. Jika kita HIV, dan mengalami satu atau lebih IO “resmi” ini, maka kita AIDS.

IO Mana yang Paling Umum?
Pada tahun-tahun pertama epidemi AIDS, IO menyebabkan banyak kesakitan dan kematian. Namun, setelah orang mulai memakai terapi antiretroviral (ART), lebih sedikit orang yang meninggal akibat IO. Tidak jelas berapa banyak orang dengan HIV akan jatuh sakit dengan IO tertentu.
Pada perempuan, penyakit pada vagina dapat menjadi tanda awal infeksi HIV. Masalah ini, antara lain, termasuk penyakit radang panggul dan vaginosis bakteri.
IO yang paling umum terlampir di sini, berbarengan dengan penyakit yang biasa disebabkannya,
• Kandidiasis (thrush) adalah infeksi jamur pada mulut, tenggorokan, atau vagina. Dapat terjadi bahkan dengan CD4 yang agak tinggi. Infeksi jamur seperti kandidiasis pada mulut merupakan salah satu penyebab yang sering terjadi. Kandidiasis dapat meluas sampai esofagus pada pasien AIDS dan akan menyebabkan gangguan dan sakit menelan. Diagnosis berdasarkan pada gejala klinis, rasa sakit di dada waktu menelan
• Virus sitomegalia (CMV) adalah infeksi virus yang menyebabkan penyakit mata yang dapat menimbulkan kebutaan. Rentang CD4: di bawah 50.
• Virus herpes simpleks dapat menyebabkan herpes pada mulut atau alat kelamin. Ini adalah infeksi yang agak umum, tetapi jika kita mengidap HIV, perjangkitannya dapat jauh lebih sering dan lebih parah. Penyakit ini dapat terjadi pada jumlah CD4 berapa pun.
• Malaria adalah umum di beberapa daerah di Indonesia. Penyakit ini lebih umum dan lebih parah pada orang terinfeksi HIV.
• Mycobacterium avium complex (MAC atau MAI) adalah infeksi bakteri yang dapat menyebabkan demam kambuhan, rasa sakit yang umum, masalah pada pencernaan, dan kehilangan berat badan yang parah.
• Pneumonia Pneumocystis (PCP) adalah infeksi jamur yang dapat menyebabkan pneumonia (radang paru) yang berbahaya.
• Toksoplasmosis (tokso) adalah infeksi protozoa otak. Nyeri kepala biasanya disebabkan oleh toksoplasmosis. Toxo dapat dicegah bila odha minum kotrimoksazol
• Tuberkulosis (TB) adalah infeksi bakteri yang menyerang paru, dan dapat menyebabkan meningitis (radang selaput otak). Rentang CD4: Setiap orang dengan HIV yang dites positif terpajan TB harus diobati.

Pencegahan IO
Sebagian besar kuman yang menyebabkan IO sangat umum, dan mungkin kita telah membawa beberapa infeksi ini. Kita dapat mengurangi risiko infeksi baru dengan tetap menjaga kebersihan dan menghindari sumber kuman yang diketahui yang menyebabkan IO yang diketahui.
Sekali pun kita terinfeksi beberapa IO, kita dapat memakai obat yang akan mencegah pengembangan penyakit aktif. Pencegahan ini disebut profilaksis. Cara terbaik untuk mencegah IO adalah untuk memakai terapi anti-HIV yang manjur.

Pengobatan IO
Untuk setiap IO, ada obat, atau kombinasi obat tertentu yang tampak paling berhasil.
Obat antiretroviral yang manjur memungkinkan pemulihan sistem kekebalan yang rusak dan lebih berhasil memerangi IO.

Referensi : – Lembar informasi spiritia
– Modul pelatihan CST, Depkes 2005

Kategori: Info Dasar
Ditandai: , , , , , , , , , , ,

0 responses so far ↓

  • There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.

Tinggalkan sebuah Komentar