Perubahan gaya hidup/life style dan perilaku sangat mempengaruhi kesehatan masyarakat. Promosi kesehatan diperlukan, untuk mengubah perilaku hidup masyarakat menjadi lebih sehat dengan berbagai kegiatan, metode dan tehniknya. Salah satunya adalah melalui upaya magang ( belajar sambil praktek ) yang diselenggarakan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Cenderawasih (Uncen) dio Kementerian Kesehatan. Kegiatan ini merupakan kali ketiga sejak tahun 2008 bagi FKM peminatan Promkes dan kali kedua sejak tahun 2009 bagi peminatan lain.
Program promosi kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat untuk hidup sehat dan mengembangkan upaya kesehatan bersumber masyarakat serta terciptanya lingkungan yang kondusif untuk mendorong terbentuknya kemampuan masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Hal itu ditandai dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam lingkungan. Karena itu kegiatan promkes harus dilakukan secara terpadu dan berintegrasi dengan program kesehatan lainnya.
Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Promosi Kesehatan dr. Lily S. Sulistyowati, MM pada acara pembukaan Magang Mahasiswa Uncen ke Kementerian Kesehatan, tanggal (8/02,2010) di Jakarta. Magang berlangsung mulai tanggal 8 Februari sampai 2 Maret 2010 ini diikuti sebanyak 160 orang mahasiswa tersebar dalam 4 peminatan, yaitu Administrasi Kebijakan Kesehatan/AKK, Gizi masyarakat, Epidemiologi, Promkes dan KIA.
Proses magang berlangsung di kelas dan di lapangan. Dalam aplikasinya, setiap unit sudah menyusun jadwal belajar berdasarkan TOR yang diajukan. Dengan didampingi fasilitator dan pembimbing lapangan yang berperan dalam memberi arahan dan masukkan, dilanjutkan dengan kerja praktek. Diharapkan mahasiswa mampu mengikuti kegiatan belajar dengan baik termasuk juga ikut mengamati kegiatan promosi kesehatan di rumah sakit, puskesmas, serta pemberdayaan masyarakat di RW siaga, kata dr. Lily.
Fasilitator berasal dari pejabat struktural, baik dari Biro Perencanaan, Pusat Promosi Kesehatan, Direktorat Gizi masyarakat, Direktur Kesehatan Ibu, Direktorat Kesehatan Anak, dan Direktorat Epidemiologi, dan Imunisasi. Sedangkan praktek lapangan promosi kesehatan, dilakukan di Puskesmas Kampung Bali, puskesmas yang kegiatannya berkaitan dengan penanggulangan narkoba, Puskesmas Tebet yang kegiatannya khusus menangani kesehatan reproduksi, ungkap dr. Lily.
Ditambahkan dr. Lily, para mahasiswa yang akan mengikuti proses belajar dan terlibat langsung dalam kegiatan pusat promosi kesehatan diharapkan dapat mengenal lebih dekat dunia promosi kesehatan di lapangan serta dapat mengaplikasikan ilmu khususnya bidang kesehatan, baik di bangku kuliah maupun di dunia kerja. Membandingkan pengalaman yang diperoleh selama magang dengan situasi di Papua atau di daerah lainnya sesuai asal mahasiswa magang.
dr. Untung Suseno Sutarjo, M.Kes, Kepala Biro Perencanaan dan Anggaran mengungkapkan bahwa terdapat dua hal penting dalam esensi perencanaan, yakni: prioritas masalah dan alokasi sumber daya. Perumusan kebijakan kesehatan perlu mengacu pada UU No.17/2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) dengan arah pembangunan kesehatan, yaitu meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar tercipta derajat kesehatan masyarakat yang setinggi tingginya. Kaitannya dengan magang ini diharapkan mahasiswa Uncen mampu mengembangkan pengetahuan yang diperolehnya sehingga dapat meningkatkan pembangunan kesehatan di Indonesia, khususnya di Papua.
Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-52907416-9, faks: 52921669, Call Center: 021-30413700, atau alamat e-mail puskom.publik@yahoo.co.id, info@puskom.depkes.go.id, kontak@puskom.depkes.go.id.