OPINI

Kondom Terbelenggu Citra Negatif
ANGGAPAN miring masih mengakar kuat di masyarakat mengenai kondom. Sikap malu-malu dan risih terlihat saat menyinggung alat kontrasepsi berbahan karet atau lateks ini.

Kondom berbentuk balon sudah tidak asing lagi bagi masyarakat sebagai suatu alat kontrasepsi. Kondom bekerja dengan cara mencegah sperma bertemu dengan sel telur sehingga tidak terjadi pembuahan.

Saat ini untuk mendapatkan kondom bukan perkara sulit, karena banyak terdapat di pasaran. Apalagi media ikut membantu dalam menyosialisasikan bentuk dan fungsi kondom. Seakan tidak mau membuang peluang, produsen tidak berhenti melakukan inovasi terbaru untuk menarik minat masyarakat.

Namun, sangat disayangkan pemahaman masyarakat terhadap fungsi kondom masih dinilai rendah. Stigma negatif atau buruk masih melekat erat saat “helm” pengaman beredar bebas di pasaran. Kondom seringkali diasumsikan sebagai alat untuk melakukan kegiatan asusila pasangan bukan suami istri.

Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) DR Sugiri Syarief MPA mengungkapkan, melekatnya stigma kondom di masyarakat disebabkan oleh stigma sosial, personal serta gabungan antara keduanya.

Penyebab pertama, stigma sosial yaitu dengan membeli kondom seolah-olah merupakan perilaku buruk. “Stigma tersebut tidak betul,” tegas Sugiri.

Di Indonesia sejarah kondom juga tak terlepas dari citra negatif para pemakainya. Menilik kembali ke belakang pada zaman penjajahan Belanda, kondom memang sering digunakan untuk “main” atau melakukan hubungan intim dengan perempuan nakal. Bahkan, ada pula pembeli yang dengan sengaja memelankan suaranya di apotek supaya tidak ketahuan sedang membeli kondom.

Stigma kedua yang membelenggu adalah stigma personal yang lebih mengarah ke alasan pribadi, yakni dengan memakai kondom tidak enak. “Padahal, belum pernah mencoba tetapi masyarakat sudah memberi penilaian,” kata Sugiri seraya menambahkan, hal-hal buruk yang berkembang belum tentu buruk keadaannya.

Sedangkan stigma ke tiga merupakan gabungan antara stigma sosial dan stigma personal. Sugiri mencontohkan, seseorang berkeinginan memakai kondom tapi malu untuk mendapatkan alat pengaman tersebut.

Pendapat senada diungkapkan country director DKT Indonesia, Christopher H Purdy.Menurut dia, penggunaan kondom yang masih rendah karena masyarakat belum bisa menerima kondom sepenuhnya.

“Tingkat penggunaan kondom yang rendah disebabkan oleh lingkungan sosial yang masih belum sepenuhnya mendukung penggunaan kondom. Situasi ini membuat stigma terhadap kondom tidak kunjung hilang,” ungkap Purdy.

Mengubah paradigma tersebut bukan perkara mudah karena stigma yang saling terkait. Purdy menambahkan, beredarnya kondom di pasaran bukan berarti menghalalkan adanya seks bebas dan meningkatkan jumlah penyimpangan moral.

Sebenarnya, seks yang aman itu lepas dari status pelakunya, tetapi lebih ke caranya. “Bukan berarti dengan maraknya iklan dan beragamnya produk mendorong orang untuk free sex,” tegas pria yang telah 10 tahun tinggal di Indonesia itu.

Tentu saja ada alasan yang jelas dalam menyosialisasikan penggunaan kondom, yaitu menghindari kehamilan tidak terencana dan untuk mencegah penularan HIV/AIDS. Purdy memberi contoh, hasil sebuah riset menyebutkan pemahaman eduseks tidak mengarahkan untuk berhubungan seks di kalangan remaja.

Sementara itu,fungsi utama dari kondom cukup positif untuk mencegah terjadinya penularan penyakit kelamin yang dapat merugikan kesehatan manusia. Oleh karena itu, penyuluhan tentang pentingnya kondom perlu lebih ditingkatkan agar stigma buruk yang melekat terhadap kondom bisa diluruskan.

Semua bertujuan agar pemahaman pemakaian kondom bisa dimiliki dan stigma semakin terkikis. “Penyuluhan tentang kondom pun bisa dikatakan sebagai salah satu program pendidikan seks di beberapa tempat yang dinilai strategis,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s